oleh

30 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Kewirausahaan  di DISNAKERKOPUKM Beltim

NGULAKNGALIK.COM | – Guna memberikan pemahaman berwirausaha dan membangun jiwa kewirausahaan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisnakerkopUKM) Kabupaten Belitung Timur gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi UMKM Tahun 2022 di gedung pelatihan DisnakerkopUKM Beltim, Selasa (22/2/2022).

Kepala DisnakerkopUKM Gustaf Pilandra mengatakan, pelatihan ini diikuti oleh 30 orang peserta dan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 22 Februari hingga 24 Februari 2022 mendatang dengan mendatangkan narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provisi Riau.

“Pesertanya khusus UMKM yang ada di Beltim. Untuk pelatihan ini penajamannya lebih ke SDM-nya bagaimana mereka memahami ilmu kewirausahaan, jangan sampai mereka hanya paham terkait dengan pengolahan produk saja,” tutur Gustaf.

Ditambahkan Gustaf, pelatihan ini juga turut menggandeng Komunitas Gerakan Masyarakat Wirausaha (Gemawira) wilayah Beltim. Kerja sama ini diharapkan dapat membuat produk dari para Pelaku UMKM di Beltim tidak hanya dipasarkan secara lokal namun bisa ke luar daerah bahkan tingkat dunia.

“Kami harap dengan pelatihan ini mereka bisa bikin market place, mereka bisa jualnya melalui online, yang penting keberlangsungan usahanya terjamin. Kalau terkait dengan manajemen produk dan lain-lain itu akan kami bedakan nanti jenis pelatihannya,” ucapnya.

Ditemui usai acara, Kepala Gemawira wilayah Beltim, Bambang Suherli menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Menurutnya dengan mengikuti hal ini sekaligus bisa membantu para pelaku usaha yang terkendala oleh modal.

“Narasumbernya bagus, sangat memotivasi. Disnakerkopukm sudah melakukan terobosan sekaligus gebrakan yang sangat membantu kawan-kawan pelaku UMKM. Nantinya sertifikat pelatihan ini bisa membantu untuk salah satu syarat pengajuan permodalan dari perbankan,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut Bambang mengatakan selain bekerjasama dalam pelatihan ini, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan DisnakerkopUKM terkait pemasaran prodk-produk dari pelaku UMKM yang ada di Beltim.

“Kami akan berkolaborasi dan bersinergi untuk membantu pemasaran, namun dengan syarat dan kriteria yg sudah baku seperti, NIB, halal, P-IRT, BPPOM. Semua pelaku harus mengikuti prosedur perizinan itu kalau memang mau naik kelas dan mau usahanya berkembang sehingga bisa ekspor,” tutupnya. (fg6)

Share :