oleh

Bupati Anggarkan Pembangunan Sungai Siburik, Ini Kata Hendra Pramono?

BELITUNG | Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belitung Hendra Pramono mengucapkan terima kasih kepada Bupati Belitung Sahani Saleh karena telah menganggarkan dan membeli lahan area lokasi aliran Sungai Siburik di Jalan Veteran, Kelurahan Parit, Tanjungpandan.

Ucapan terima kasih tersebut ia sampaikan usai meninjau lokasi aliran sungai siburik bersama Kadin PUPR Kabupaten Belitung Edi Usdianto di Jalan Veteran, Kelurahan Parit, Tanjungpandan, Senin (14/2/2022).

“Jadi saya mewakili masyarakat Kampung Amau mengucapkan terima kasih kepada pak bupati beserta jajaran karena telah menganggarkan dan membeli lahan di aliran sungai siburik guna bisa membangun saluran aliran sungai yang lebih besar dan baik lagi. Karena sebelumnya lahan di lokasi aliran sungai siburik ini merupakan milik masyarakat,” ucap Een sapaan akrab Hendra Pramono.

Menurutnya, pembelian lahan dan penganggaran untuk pembangunan di aliran lokasi sungai siburik ini merupakan bentuk komitmen dan kinerja nyata Bupati Belitung dalam mengatasi permasalahan banjir di Kampung Amau dan area sekitarnya.

Een mengaku, memang sengaja melakukan peninjauan bersama Kepala Dinas PUPR Kabupaten ke lokasi aliran sungai siburik yang bisa dikatakan menjadi penyebab lambatnya surut aliran air dari hulu ke hilir di sungai siburik sehingga menyebabkan banjir.

Pasalnya, berdasarkan hasil pengamatan, memang terdapat bangunan pembatas aliran air yang mengalami penyempitan. Ditambah sampah dan sisa bongkahan batu bangunan juga terlihat berserakan di aliran sungai.

Tentunya hal ini perlu segera mengeksekusi dengan merenovasi dan melakukan perbaikan bangunan. Supaya permasalahan banjir yang melanda Kampung Amau dan daerah sekitarnya bisa sedikit teratasi.

“Jadi kami memang sengaja membawa meninjau secara bersama-sama dengan Kepala Dinas PUPR. Karena teknis pembangunan dan pelebaran talud pembatas aliran sungai nantinya ada di PUPR. Oleh sebab itu kami tidak terlalu ikut campur, karena pihak PUPR punya kajian sendiri,” ujar Een.

Ia berharap, pihak PUPR agar segera mengambil tindakan. Sebab belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Kampung Amau ini sering terjadi banjir tahunan yang lumayan cukup besar dengan siklus lima tahun sekali.

“Jadi kami takutkan beberapa tahun ke depan nanti kembali terjadi seperti tahun 2013, 2018 lalu. Karena tahun itu banjir cukup besar melanda kampung amau dan lokasi sekitarnya,” kata Een.(dit)

Share :