Media Belitung

BELITUNG, ngulakngalik.COM – Jajaran Unit Reskrim Polsek Membalong resmi menetapkan sopir dan dua orang kernet PT Satrindo Jaya Agropalma sebagai tersangka atas dugaan penggelapan buah sawit milik perusahaan PT. Palmindo Biliton Berjaya.

Saat ini sopir bernama Hari Eka dan dua orang kernet masing-masing bernama Suhaidi dan Trianto sudah mendekam di sel tahanan Polsek Membalong sejak, Sabtu (1/1/2022) lalu.

“Penetapan ketiganya sebagai tersangka menindaklanjuti laporan dari korban yang merupakan perwakilan perusahaan bernama David Napitupulu,” kata Kapolsek Membalong AKP Karyadi kepada www.ngulakngalik.com, Rabu (5/1/2022).

Ia menjelaskan kronologis kejadian bermula, saat ketiga tersangka bertugas mengantarkan buah sawit menggunakan truk BN 8186 WB dari lokasi perkebunan PT. Palmindo Biliton Berjaya di Dusun Kepang, Desa Perpat menuju pabrik CPO milik PT. Foresta Lestari Dwi Karya di Dusun Kembiri, Desa Kembiri, pada Rabu, (29/12/2021) pukul 15.00 WIB sore lalu.

Turunkan 69 Tandan Buah Sawit di Hutan

Namun, sebelum sampai di lokasi tujuan, ketiga tersangka menghentikan truk yang mereka kendarai dan masuk ke dalam hutan tepat di lokasi bekas pengambilan tanah dengan jarak 50 meter dari jalan aspal di Dusun Aik Kundur, Desa Membalong.

Kemudian ketiga tersangka menurunkan 69 tandan buah sawit dari bak truk yang mereka kendarai. Lalu, ketiga tersangka menyembunyikan buah sawit tersebut tanpa izin dan sepengetahuan pemilik.

Sekira pukul 19.00 WIB, tersangka Heri Eka menelepon temannya bernama Sardi untuk meminta bantuan. Tidak lama kemudian, Sardi dan dua temannya sampai di lokasi tempat ketiga tersangka.

“Tapi aksi ketiga tersangka tepergok oleh Hidayat warga Air Kundur dan Musdakin karyawan PT. Foresta Lestari Dwi Karya di lokasi penyimpanan buah sawit yang para tersangka lakukan,” sebut AKP Karyadi.

Ia menambahkan, akibat perbuatannya polisi menjerat ketiga tersangka dengan Pasal Primair 374 Joncto Pasal 55 KUHP, Subsidair Pasal 372 Joncto Pasal 55 KUHP.

Ia juga mengimbau kepada sopir dan kernet pengangkut sawit agar tidak melakukan pelanggaran yang bisa merugikan perusahaan atau masyarakat.

Sebab, semakin tinggi harga jual buah sawit biasanya akan memancing oknum-oknum untuk melakukan pelanggaran hukum, khususnya tindak pidana pencurian atau penggelapan.

“Kami juga berpesan kepada masyarakat yang mengetahui adanya suatu tindak pidana agar segera melaporkan ke pihak berwajib,” pesan AKP Karyadi. (dit)


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media www.ngulakngalik.com dengan join ke Grup Telegram “www.ngulakngalik.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/ngulakngalik, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Editor: Faizal

, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.