Media Belitung

BELITUNG, www.ngulakngalik.com – Puluhan meter talud perbatasan antara Desa Aik Ketekok – Desa Aik Raya dan Kelurahan Lesung Batang rusak akibat dari aktivitas tambang timah di daerah tersebut.

Bahkan, lokasi yang berada tak jauh dari Kantor DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Belitung tersebut aktivitasnya sudah pernah ditertibkan oleh Satpol PP Kabupaten Belitung bersama Kepala Desa Aik Ketekok pada, Rabu (22/12/2021) lalu.

Pantauan www.ngulakngalik.com di lokasi, Sabtu (25/12/2021), setidaknya masih terdapat beberapa aktivitas pertambangan di lokasi tersebut walaupun pernah Satpol PP tertibkan . Dan di lokasi yang sama terdapat pula puluhan meter talud yang di bangun pemerintah daerah terlihat rusak dari mulai retak bahkan yang roboh.

Melihat kondisi tersebut, awak media ini mencoba mengkonfirmasi kepada salah seorang warga yang disebut-sebut koordinator aktivitas tambang itu yang berinisial AM.

AM menceritakan terdapat sekitar 21 mesin yang saat itu ia kondisikan, yang berada di atas tanah milik AS. Dan di lokasi sebelahnya juga terdapat beberapa mesin juga yang di koordinasikan oleh oknum tertentu.

“Aku kemarin cuma yang seng ini, sebelah itu bukan aku,” kata AM kepada www.ngulakngalik.com, Sabtu (25/12/2021).

Selain itu lanjutnya, pihaknya sengaja menyebar rumor bahwa ada pembagian 50:50 atas hasil tambang tersebut, di mana 50 persennya untuk penambang dan 50 persennya untuk si tuan tanah.

“Kenyataannya tidak seperti itu, kami biasanya hanya memotong 25 sampai 30 persen saja. Itu (50:50) sengaja kami sebar isu itu biar tidak ramai yang masuk (nambang) di sini,” sebutnyanya.

Banyak Talud yang Rusak?

Sementara itu ketika disinggung mengenai bagaimana tanggapannya terkait adanya talud di lokasi tersebut yang rusak dan siapa yang akan menggantinya, AM menyebutkan kerusakan dari talud tersebut bukan disebabkan pihaknya.

Namun katanya ada juga penambang lain di sebelah lokasi mereka yang bukan tanggungjawabnya.

“Orang yang menambang lah (yang ganti), bukan kami soalnya. Jangan salahkan kami. Yang kami rusak itu ini jalan ini, sudah kami perbaiki. Kalau talud itu bukan kami tapi ada yang jalan malam. Itu urusan orang sana. Mun di telusuri (aliran) lebih banyak lagi yang rusak,” bebernya.

Salah satu talud yang roboh

Kemudian, salah satu oknum aparat tertentu yang juga disebut-sebut sebagai koordinator tambang sebelah lokasi AM, menyebutkan bahwa ia sudah menyiapkan bahan-bahan untuk memperbaiki talud yang rusak tersebut.

“Kalau saya sudah saya siapkan bahan-bahannya. Tinggal mencari tukang saja,” kata oknum yang mengaku melakukan aktivitas tambang tersebut.

Pemberitaan sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Belitung tertibkan aktivitas penambangan liar di Desa Air Ketekok dan Desa Air Merbau, Rabu (22/12/2021).

Alhasil, Satpol PP berhasil mengamankan beberapa alat tambang seperti selang, pipa dan mata rajuk.

Tidak Boleh Ada Aktivitas Tambang di Tanjungpandan

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Belitung, Abdul Hadi mengatakan bahwa upaya penertiban masalah tambang ini karena sudah berulang kali pihaknya ingatkan kepada para penambang untuk tidak menambang di kawasan tersebut. Namun para penambang ini masih ngeyel untuk tetap melanjutkan aktivitas penambangan, sehingga pihaknya harus mengambil langkah ini.

“Tidak ada tindak lanjut, kalau mereka mau stop selesai ini. Kita tidak mau juga memperpanjang masalah, ketika berbicara masalah tambang peraturan Tata Ruang tidak boleh ada tambang di Tanjungpandan,” ujar Abdul Hadi kepada www.ngulakngalik.com, Rabu (22/12/2021).

Walaupun Lahan Pribadi

Abdul Hadi menambahkan bahwa dalam aturan Tata Ruang itu ada aturan mainnya, tidak bisa semena-mena. Walaupun lahan milik pribadi aktivitas ini tetap mengganggu dan peruntukkan lahannya juga bukan untuk pertambangan.

“Tapi setiap peruntukkan harus jelas harus ada izin, bukan untuk rumah tapi untuk penambangan. Tapi kalau di Tanjungpandan tidak boleh sama sekali karena ada aturan Tata Ruang. Terlebih tidak mungkin dinas satu pintu akan menerbitkan izin dan Kades akan memberikan rekomendasi,” ucapnya.

Abdul Hadi melanjutkan, walaupun ini tempat pribadi namun tetap tidak boleh, alat-alat ini akan diamankan dulu sementara, dengan maksud kalau diamankan barang ini setelah ada kebijakan baru atau dipanggil pemilik lahan barulah nanti ada keputusan.

“Kita sepakat masyarakat angkat aja jangan melakukan penambangan itu. Dan semuanya selesai, stop untuk seterusnyalah cari tempat yang aman ajalah,” tukas Abdul Hadi. (co2)


Kuy, kepoin berita update lainnya dari media www.ngulakngalik.com dengan join ke Grup Telegram “www.ngulakngalik.com Update”. Klik link ini jika ingin bergabung https://t.me/ngulakngalik, Eeits tapi sebelumnya pastikan ponsel kamu sudah ada Aplikasi Telegram yaa.

Editor: Faizal

, , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.