BELITUNG – Pihak Lapas Kelas IIB Tanjungpandan memindahkan 10 orang warga binaan ke Lapas Pulau Bangka pada hari ini, Senin (22/11/2021).

Kesepuluh orang WBP tersebut diantaranya 5 terpidana kasus narkotika, dan 5 orang terpidana tindak pidana umum.

Proses pemindahan tersebut mendapatkan pengawalan ketat oleh petugas Lapas dan anggota Sabhara Polres Belitung.

Para warga binaan tersebut berangkat melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat ekspres bahari dari Pelabuhan Tanjungpandan menuju Pelabuhan Pangkal Balam.

Setiba di Pulau Bangka, 10 warga binaan itu akan disebar ke dua Lapas berbeda, 5 orang di Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan 5 orang di Lapas Kelas IIB Sungailiat.

Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Romiwin Hutasoit mengatakan, pemindahan ini merupakan upaya menjalankan tiga kunci tugas pemasyarakatan maju yakni deteksi dini, pemberantasan narkoba dan sinergitas aparat penegak hukum. Hal ini sesuai dengan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan Irjen (Pol) Reynhard Silitonga.

“Kita pindahkan 10 orang WBP ini sebagai langkah deteksi dini gangguan kamtib dengan kondisi Lapas yang saat ini over kapasitas, sekaligus pembinaan kepada warga binaan yang melakukan pelanggaran tata tertib Lapas,” kata Romiwin Hutasoit, Senin (22/11/2021).

Ia menegaskan, tidak ada istilah “Anak Emas” di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, termasuk pembinaan dan penggunaan fasilitas lapas.
Semua warga binaan semuanya berhak mendapatkannya.

Ia menambahkan, Minggu lalu Lapas Kelas IIB Tanjungpandan telah di Audit oleh Tim Inspektorat Wilayah IV Ditjen Kemenkumham. Tim juga melihat kondisi blok dan kamar secara langsung dan memastikan semua telah berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya sangat tegas untuk deteksi dini dan gangguan kamtib maupun peredaran gelap narkoba dalam Lapas. Jika ada napi coba- coba memakai narkoba, akan kami berikan tindakan tegas sesuai aturan, salah satunya akan kami pindahkan ke Lapas lain yang jauh dari keluarga,” tegas Romiwin Hutasoit

, , , , , , , , , ,