BELITUNG, NGULAKNGALIK.COM | Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pulau Belitung, DPRD Kabupaten Belitung dalam waktu dekat ini bakal panggil pihak Pertamina, SPBU dan Eksekutif.

Pemanggilan tersebut lantaran sudah terlalu lamanya kelangkaan BBM bahkan sudah berlangsung selama 2 minggu lebih dan masih juga belum terlihat kapan situasi ini akan kembali kondusif. Alhasil, tak jarang terlihat antrian cukup panjang di setiap SPBU yang tentunya sudah

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori mengatakan permasalahan ini sebenarnya bukan ranah dari kabupaten melainkan pihak provinsi.

Untuk itu kata Ansori, Gubernur sudah sempat turun langsung sidak SPBU yang ada di Kabupaten Belitung. Namun, ia menyayangkan pada saat sidak Gubernur SPBU terlihat sepi seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Padahal usai sidak gubernur tersebut SPBU justru kembali ‘diserbu’ oleh para pengerit BBM.

“Ini ada apa, jadi saya rasa, sebenarnya keadaanya, kalau dibilang normal, gak normal, dibilang dak normal, ya normal. Hal ini sesuai yang telah dilakukan oleh pihak eksekutif selaku eksekutor untuk sidak. Tapi usai sidak itu kalian tau sendirikan apa yang terjadi,” kata Ansori kepada NgulakNgalik.com, Kamis (23/9/2021).

Sehingga lanjut Ansori, seharusnya jatah BBM untuk kawasan Belitung masih normal-normal saja. Akan tetapi mungkin saja ada salah satu tehnis yang membuat kelangkaan BBM ini.

Selain itu, ia sependapat dengan statement Bupati Belitung Sahani Saleh beberapa waktu lalu yang mengatakan kelangkaan BBM ini juga disebabkan adanya Tambang Inkonvensional (TI) Timah ilegal yang cukup marak akhir-akhir ini.

“Infonya untuk kuota sebenarnya cukup, ya normal lah. Namun banyak munculnya TI ilegal ini yang membuat pasokan BBM yang sebelumnya untuk kendaraan namun dialihkan untuk menambang. Dan juga banyak yang berulang (pengerit, red) mengantri. Padahal secara logika tidak mungkin dalam satu hari bensin mereka akan habis jika diisi full saat ini. Jadi ini yang harus dibenahi, tehnis itu,” tegas Ansori.

Untuk itu pihaknya, berencana akan memanggil pihak-pihak terkait dalam waktu dekat ini. Rencananya, dengan pemanggilan pihak-pihak terkait nantinya, pihak DPRD akan mengsinkronisasi antara pihak eksekutif dan pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan BBM di Pulau Belitong, sehingga ada jalan keluar untuk permasalahan yang sudah sangat meresahkan masyarakat ini.

“Dinamika ini harus kita sinergikan, ada apa sih sebenarnya ? BBM ngalir terus kok, dak macet, cuma teknisnya ini, mungkin dari teknis penyaluran itu. Tentunya kami sebagai DPRD akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk eksekutif. Dalam waktu dekat ini lah akan kita panggil. Tidak akan sidak lagi tapi langsung kami panggil,” tegas Ansori.

, , , , , , , , , ,